Senin, 26 September 2016

Frasa

Pada kisah yg ranum
Kau datang tanpa peristiwa
Mendekat meski tak seluruh
Mengeratkan baris puisi di sela doa ringkas yg tabah
Mendekatkan baris doa di sela jari
Yg tak pernah paham ttg cara menyatukan

Kau tak teribaratkan
Kau adl frasa yg tak pernah merasa kehilangan
Bagaimana mungkin sesuatu datang tanpa mengenal pergi?

Lalu apa beda puisi dan doa jika keduanya tak pernah sampai kepadamu!

Minggu, 12 Juni 2016

Resensi Novel Norwegian Wood

rId4Judul : Norwegian Wood
Judul Asli : Noruwei no Mori
Penulis : Haruki Murakami
Penerjemah : Jonjon Johana
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit : 1987
ISBN : 978-897-91-0835-7
Sinopsis
Di usia yang ke 37 tahun, Toru Watanabe kembali menjejali ingatan di musim gugur 1969 ketika tak lama lagi usianya akan menginjak 20 tahun. Ketika ia mendengar Norwegian Wood milik The Beatles, pesawatnya mendarat di Hamburg, ia teringat seorang gadis bernama Naoko. Bersama Naoko, Watanabe menjalani hidup yang tak terduga, mereka mengungkapkan perasaan satu sama lain, bersedekap, bahkan bercinta di tengah bayang-bayang kematian Kizuki yang merupakan sahabat sekaligus kekasih dari Naoko yang telah meninggal. Kizuki seolah menjadi penghubung yang ganjil juga menggelisahkan, karena hanya Watanabe yang bisa membuat Naoko ‘basah’.
Sampai pada akhirnya Naoko harus menjalani rehabilitasi karena tekanan psikis yang mengganggu jiwanya, Watanabe bertemu dengan Midori, gadis urakan yang akan mengatakan apapun yang ia rasakan. Jika dengan Naoko ia menjalani cinta yang tenang, maka dengan Midori ia merasakan cinta yang hidup dan terasa berjalan. Namun sampai pada kematian Naoko karena kasus bunuh diri, Watanabe tetap tak menemukan kemana ia akan mengalirkan keinginannya. Pun keputusannya.
Apakah pada akhirnya Watanabe akan menemui Midori atau ia kehilangan semuanya dengan cara yang tak lagi asing adalah semacam pertanyaan yang muncul di akhir cerita. Seberapa besar peran seorang Reiko-san adalah pertanyaan akhir yang tak terbayangkan sebelumnya. apa yang terjadi pada Watanabe sampai di usianya yang ke 37? Meskipun ini terjawab, tentu tak akan mengalahkan kedetailan Haruki Murakami ketika menuliskannya.
‘Kematian bukanlah lawan kehidupan, tetapi ada sebagai bagiannya.’( Norwegian Wood, halaman 397)

Minggu, 24 Januari 2016

Tepi

Membabi buta kau memgibaratkan sisi lembutku seperti ombak yang menghempas. Selalu. Berlebih.
Tapi kau selalu lupa
Ombak akan menepi jika ia menemukan tepi
Di tepian

Kandang, 24 Januari 2016

Sabtu, 21 November 2015

Kopi

Maka apalah kandungan yang mengaliri seampas kopi dan sesisa pahit di tenggorokan?
Mungkin ada yang mesti dikenang meski mercusuar menjulang kesepian menunggu kapal-kapal untuk menepih

Tentu terjaga adalah cara terbaik untuk menguraikan pahit di ulu hati juga di lubuk hati

Sao Panrita 12 November 2015

Sabtu, 26 September 2015

Rumah (2)

Kutitipkan dunia di telapak tanganmu
Semoga yang kauiyakan kuterima tanpa kata tetapi
Jangan beranjak sekalipun bayang-bayang meninggalkanku

Akan kupinjamkan sebelah sayapku untukmu terbang
Asal kau tak lupa kembali
Melengkapi kepakan rindu dan indahnya temaram
Sampai kita menemukan ikatan terbaik dari setiap luka yang telah lalu

Matamu adalah segala kelapangan tempat kenanganku akan mengakar dan hidup dalam kedamaian
Tempat ternyaman untukku jatuh dan lupa kembali

Untukmu aku berhenti
Kau adalah keteduhan
Layaknya rumah
Tempatku pulang

Maros, 26 September 2015

Senin, 17 Agustus 2015

Selamat Ulang Tahun

Kurang tiga puluh menit sebelum tengah malam, kutau Tuhan selalu terjaga sekalipun dunia sedang terlelap
Sungguh aku sangat ingin bertamu, mengajakNya bercengkrama, dan mengenalkanmu kepadaNya.
Sedikitnya, akan kukatakan bahwa sebentar lagi usiamu bertambah setahun.
Semoga kamu senantiasa dirahmatiNya.
Semakin bertambah usiamu, semakin aku ingin tenggelam dan tak ingin menjadi dewasa. Semoga ini tak memberatkanmu.
Sebelum kembali karena secangkir kopiku kini hanya tersisa ampasnya, sekali lagi kuminta kepada Tuhan agar kau senantiasa sehat, tetap sehat, dan harus baik-baik saja.
Happy birthday!!

Jumat, 14 Agustus 2015

Undangan

Apa kau tak ingin kembali?
Hari ini sajakku merayakan harinya yang ke tiga ratus enam puluh lima
Datanglah walau hanya sekadar berucap doa panjang umur dan murah rezeki
Demi kemurahan hati tuan rumah
Kuberimu waktu sampai empat dari lima lembar yang tersisa
Banyak yang perlu kusiapkan karena itu datanglah lebih awal
Agar kita dapat mengisi lembar terakhir bersama-sama

Makassar, 13 Agustus 2015